Tampilkan postingan dengan label Belajar Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Menulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 April 2020

Writerpreneur ala Mas Heri SMILE

Writerpreneur

Kail Uang dari Menulis


Tadi malam, saya belajar banyak dari mas Heri Smile, yang tergabung di komunitas lintasbelajar.id.  Mas Heri Smile, yang memiliki nama Heri Suchaeri, adalah seorang yang mengaku tidak bisa menulis namun hingga hari ini menghasilkan 9 buah buku.  Mas Heri setelah bekerja  18 tahun di Garuda, maka hijrah menjadi trainer dan penulis sejak tahun 2010.  Mas Heri termotivasi dengan berangan-angan kepada anaknya pada suatu saat nanti, buku papa, akan ada di rak gramedia... walau enam bulan kemudian belum terbukti tapi akhirnya mas Heri dapat membuktikannya "GOAL" nya...

Bahkan, buku tentang pelayanan atau service bisa diterbitkan di Malaysia dan menjadi best seller.  Juga ada buku terakhirnya, yang saya tertarik untuk saya miliki yaitu Easy Writing, beliau menuliskan tips bagaimana menulis sebuah buku dalam 7 hari.  wow... judul yang menggelitik..


Jadi kita harus menulis karena kita bisa 1) memberi manfaat kepada orang lain, 2) berbagi ide dan pengalaman yang kita miliki, 3) menjadi salah satu proses pembelajaran buat diri sendiri maupun orang lain, dan bahkan untuk 4) naik level atau naik tingkat dari status yang ada kita miliki saat ini.  Menarik ketika mas Heri mengatakan bahwa bisa naik tingkat.  Ini terbukti jika kita menulis sesuatu yang kita kuasai, misalnya di segi tehnologi, nah kita akan mendapat kesempatan di panggil atau diminta memberi pendapat, karena kita dianggap ahlinya.

Menulis itu juga dapat menghasilkan pundi-pundi emas alias menghasilkan uang.  Mas Heri mengatakan dengan istilah Writerpreneur (asli...tidak ada di kamus bahasa Inggris!) karena terinspirasi oleh kata entrepreneur.  Entrepreneur atau istilahnya wirausahawan menurut mbah Google adalah seseroang yang melakukan aktivitas usaha yang memiliki ciri-ciri seperti pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan, memasarkan, serta mengatur pemodalan operasi terhardap produk baru tersebut.   Nah menurut mas Heri, seorang penulis bisa menjadi writerpreneur, karena ada banyak pangsa pasar untuk membaca.  Ada pangsa pasarnya yaitu pangsa individu atau perorangan dan pangsa organisasi.

Potensi Pekerjaan sebagai penulis alias Writerpreneur adalah sebagai berikut:

  1. Ghostwriter.  Pekerjaan ini adalah pekerjaan menulis untuk seseorang, namun nama ghostwriter tidak ditulis dalam buku yang dia tulis.  Ghostwriter mendapat income dari seseorang yang menginginkan namanya ditulis.  Untuk menjadi Ghostwriter harus memiliki latar belakang atau pengalaman yang sama dengan si pemberi kerja. 
  2. Co-writer.  Pekerjaan ini adalah menjadi penulis ke dua.  Penulis pertama akan memberi banyak kontribusi dibandingkan penulis kedua.
  3. Literacy Agent.  Pekerjaan ini adalah anda sebagai Agen penghubung alias perantara.
  4. Publicist.  Pekerjaan ini, adalah pekerjaan yang akan menghasilkan dan mengelola publisitas untuk sebuah perusahaan, merek, atau tokoh publik atau selebriti.
  5. Book Package.  Pekerjaan ini adalah pekerjaan yang dimana Anda harus membuat buku untuk tujuan tertentu.  Misalnya untuk ulang tahun, maka buku bisa dibuat dengan bantuan anggota keluarga.  Bahkan yang menulis kadang dari anggota keluarga itu sendiri, dan tugas Anda membuat coretan-coretan tersebut menjadi sebuah buku yang enak dibaca dan diberikan saat tamu hadir.
  6. Publishing Service.  Pekerjaan yang bertugas memberi jasa penerbitan.  Tidak hanya membantu dalam proses pembuatan hingga menjadi buku, bahkan hingga menjual dan mempromosikan buku yang telah terbit. 
  7. Self Publisher.  Pekerjaan yang menerbitkan buku pribadi.
  8. Publisher.  Pekerjaan yang menerbitkan buku yang biasanya dengan quantiti yang besar.
  9. dan masih banyak lagi, seperti menulis nahkah film, copywriter, ....

Sebetulnya bagaimana caranya untuk bisa menulis?  Jawabannya adalah hanya bisa menjadi buku jika terus BELAJAR dan PRAKTEK!  Asah ketrampilan menulis.  Namun harus diingat, agar dapat menulis dengan baik, maka harus juga dimbangi dengan banyak membaca buku.  Nah tugas menulis sebetulnya sangat mudah, tinggal menggabungkan kemampuan berbicara lalu dibuat tulisan.  
Sebetulnya dengan menggunakan modal minimal, yaitu laptop yang tidak terlalu canggih, kita semua sudah bisa menjadi Writerpreneur.

Mas Heri juga menambahkan bahwa untuk menjadi seorang penulis juga ada tantangan... Bayangkan beliau yang tidak pandai menulis, atau  kadang akan ada rasa malas, MAMPU dan BERHASIL menyelesaikan bukunya.  Nah hal negatif seperti diatas ataupun rasa tidak percaya diri, atau inginkan lebih sempurna tulisan kita... ini yang disebut MENTAL BLOCK... Nah karena kita pernah belajar NLP (Neoro Linguistic Program), maka ada baiknya kita pastikan ini tidak ada dalam diri kita perasaan-perasaan seperti ini. 

Jadi kesimpulan tadi malam adalah, menulis itu mudah seperti bicara, hanya saja kita harus mencatatnya.  Untuk menjadi writerpreneur mulailah dengan melatih menulis setiap hari...

Ssst... Mas Heri mebuka kelas Easy Writing - Yaitu bagaimana cara Menulis dengan mudah khusus Pemula.  Yang berminat silahkan hubungi komunitas lintas belajar.

Keep Learning! Keep Sharing, Keep Inspiring...






"Menulis akan melejitkan Anda ke strata tertinggi dan membuat Anda diakui sebagai seorang ahli." Jay Conrad Levinson - Guerrilla Publicity Expert


Minggu, 05 April 2020

Breakfast Online Silahturahmi Bersama Coach Arie

ONLINE SILAHTURAHMI
BREAKFAST LADIES


Hari Sabtu, pukul 9:00 pagi kami berlima sudah saling menyapa dengan kopi atau teh atau minuman kuat lainnya.  Biasanya kami punya acara makan pagi bersama, namun karena pandemi corona, kami tetap bersilahturahmi melalui online alias daring.  

Kami berlima punya kebiasaan selalu haus ilmu baru, mau terus belajar, dan selalu berpikir positif. Alhasil...  kami merasa selalu saling memberi manfaat setiap kali habis kumpul.  Obrolan pembuka adalah update kegiatan skami elama Work from Home (WFH) akibat virus corona... Pastinya kami harus bisa fleksible dan beradaptasi tinggal di rumah. 

Mbak Chita yang masih sibuk  mengurus 2 anak gadisnya dan memasak makanan khas uda.. tapi bahagia masih ada waktu karena salon harus tutup sementara, walau masih ada coaching mind-slim. Mbak Ranti yang lagi bahagia anak wedoknya pulang kampung dari UK karena pandemi, tapi tetap masih aktif di bisnis dan  selalu bisa menyediakan  masakan kesenangan suami tersayang-nya. Teh Lassi seorang pengusaha yang baru mencoba bisnis hidroponik, yang waktu online masih sibuk sarapan dengan suami.  Masa WFH, teh Lasi masih tetep keluar rumah untuk rapat, walau hari ini enggak ada rapat karena panen bayem hydroponiknya.... Mbak Arie yang baru hangat ikutan coaching dari provider  yang berbeda dengan yang pertama dan kedua.  Jadi masih aktif menyiapkan bahan-bahan untuk coaching onlinenya.  Terakhir, saya sendiri yang masih aktif di dunia pendidikan namun WFH.

Sabtu hari ini setelah masing-masing mengupdate kegiatan terakhirnya, mbak Arie dengan gaya khasnya mempesona kita semua dengan ceritanya yang berujung memberi kuliah coaching-nya.

Pertama mbak Arie membahas tentang dampak dari WFH salah satunya adalah terjadi perceraian dengan pasangan.  Karenanya mbak Arie mengingatkan kita untuk berkomunikasi dengan baik bersama pasangan dan peka akan lima bahasa kasih pasangan kita.  Bahasa kasih yang diambil dari Gary Chapman membahas bahwa ada 5 cara membuat kita senang yaitu 1) dengan memberi hadiah, 2) dengan memberi pujian, 3) dengan memberi sentuhan, 4) dengan menyediakan waktu, dan yang terakhir 5) dengan melayani pasangan.  Jika kita peka dan mengerti keinginan pasangan kita tentunya WFH menjadi momen yang menyenangkan.

Yang kedua, mbak Arie mengelompokkan 4 kelompok aktifitas yang bisa dilakukan di rumah selama WFH, yaitu 1) Spiritual, 2) Cinta, 3) Kesehatan, dan 4) Ilmu.  Untuk spritual, mbak Arie mencontohkan kalau di rumahnya sekarang menjalankan sholat berjamaah dan tepat waktu.  Ini adalah sesuatu yang jarang dapat dilakukan bersama-sama.  Ditambahkan, setelah sholat magrib, Papa Is (suami mbak Arie) juga menyelipkan ajaran-ajaran islam dan kajian-kajian islam yang membuat anak-anak berpikir kritis. (Nah yang hal ini... breakfast ladies mengusulkan untuk Papa Is juga bisa zoom dengan anak-anak kami...).  Untuk urusan cinta seperti yang dibahas di bahasa kasih diatas.  Untuk kesehatan, selalu minum air secukupnya dan asupan vitamin yang didapat dari bahan di pasar seperti lemon untuk vitamin C dan menjaga kebersihan diri.  Untuk ilmu... tentunya tetap mengikuti kegiatan sekolah dan memiliki target yang lebih baik dari sebelumnya.

Yang ketiga, mbak Arie membahas tentang komunikasi yang efektif.  Menurut mbak Arie, komunikasi terbagi ke dalam 4 pusat pemproses utama atau dominan yaitu sequential, conceptual, relational, ataupun instictive (mulai ya bahasanya membuat kita pusing.....)  Jadi jika kita orang yang spontan berarti kita berada diantara conceptual dan relational, sementara jika kita sangat perasa berarti kita berada diantara relational dan intictive.  Kalau kita sangat detail berarti kita berada diantara sequential dan intinctive.  Dan kalau kita orang yang selalu dapat memberi alasan, maka kita berada diantara sequential dan conceptual.  Tidak ada lebih baik yang ini atau yang itu, semuanya baik... namun, untuk efektif komunikasi ini harus lebih tahu kapan harus mendengar dan kapan harus berbicara...  (Untuk hal ini harus dijelaskan lagi ya... )

Jadi kesimpulannya apa ya?  Kesimpulannya adalah komunikasi yang efektif harus terus dijaga selama WFH.  Buatlah kegiatan-kegiatan positif secara bersama selama WFH.  Pastikan memasang kepekaan diri untuk bisa membuat pasangan saling mengerti dan menghargai.


Serukan...

Aduh... maaf ya.. karena sudah jam 11:30, maka kita harus menutup kebersamaan... 
Nah ternyata mbak Arie akan memberi test untuk kami dan pasangan tentang bahasa cinta.  

Nah minggu depan kita akan membahas habis perjalanan mbak Arie menjadi coach...
Sedikit sudah di bahas sih... tapi minggu depan akan lebih tuntas!




Jumat, 03 April 2020

Tinggal Dirumah Aja, Siapa Takut?


Tinggal Dirumah Aja, Siapa Takut?

Pertemuan UNJ OK via Zoom


Beberapa para alumni S3 UNJ dan para dosen sudah biasa bertemu rutin di saat senggang ataupun saat diskusi reguler.  Sayangnya dengan adanya pandemik virus corana kita tidak bisa bertemu secara fisik.  Namun dengan adanya tehnologoi, kami semua dapat memandang dan saling bercerita keadaan satu sama lain.

Tadi malam kami mencoba bertemu secara online.  Waktu yang dibuatpun tidak tanggung-tanggu dari jam 9 hingga jam 11 malam.  Saya peribadi sangat bersyukur bisa bertemu bersepuluh secara online atau bahasa indonesianya secara daring (dalam jaringan).  Lebih bersyukur lagi, kami punya banyak stok nara sumber diantara kami.  Malam kemarin, tanpa sungkan-sungkan kami minta Dr.Fahmi Idris (Mantan seorang menteri perindustrian dan perdagangan serta Menteri tenaga kerja yang sekarang aktif menjadi Pengusaha di sambi menjadi dosen UNJ) dan Dr. Diding (mantan Direktur Jamkrindo dan aktif di Kadin) menjadi nara sumber dari kacamata pengusaha menghadapi pandemik virus corona ini.

Dari hasil pertemuan pertemuan 2 jam online dengan 2 kali istirahat (setelah 40 menit kami harus berhenti karena masih pakai aplikasi Zoom yang gratisan), kami mendapat antara lain:


  1. SOCIAL DISTANCING.  Mencegah penularan sangat perlu.  Tetaplah untuk tinggal di rumah dan menghindari kumpul-kumpul.
  2. BERHEMAT.  Dengan adanya WFH (Work from Home) akan membuat banyak pengusaha yang akan gulung tikar. Bahkan untuk perhotelan dan penerbangan sudah mulai meliburkan pegawai dan beberapa pengusaha bernegosiasi untuk memberi separuh gaji mereka selama libur.  Dianjurkan untuk selalu berhemat.
  3. BERBAGI.  Banyak sekali saudara-saudara masih kurang beruntung.  Sudah saatnya kita yang memiliki rezeki lebih untuk berbagi.


USULAN:

  1. KRISIS CENTER.  Indonesia belum memiliki krisis center.  Sehingga banyak petinggi berpikir untuk menyelesaikan masalah dari perspektif yang berbeda.  Untuk saat ini sangat dianjurkan untuk kita selalu berpikir positif dan mengikuti suara hati, yaitu ambil baiknya 
  2. BERPIKIR KREATIF MENCARI ALTERNATIF KEGIATAN.  Berjualan masker dengan bahan perca seperti yang dilakukan Dr. Tuty adalah salah satu kegiatan positif.  Kirannya ada yang berminat, masker yang di bandrol 7000 per buah bisa teman-teman beli dengan menjapri langsung beliau.  
Wah lumayan kan inti dari pertemuan tadi malam....

Kita berencana akan meneruskan pertemuan ini minggu depan mulai jam 20:00 hingga 22:00 WIB.  Topik yang akan dibicarakan adalah Berpikir Positif menghadapi Corona dari perspective Pendidikan.  Ada Dr. Bunyamin dari kaca mata rektor, Dr. Aida dari kaca mata kepala sekolah, Dr. Helmi dari kaca mata Dinas Pendidikan Tanggerang, Dr. Tuty dari kaca mata guru, Dr. Capri dari kaca mata Badan Akreditasi Nasional.  Semoga Prof. Muchlis dapat join dan bisa berbagi dari kaca mata staf ahli menteri pendidikan nasional.

Kita tunggu UNJ OK Next online meeting...





Kamis, 05 Maret 2020

Belajar Menulis Online Bersama Rosiana Febriyanti


Belajar Menulis Kuliah Online Om Jay
Catatan  2 Maret 2020 (19)

Nara sumber: Ibu Rosiana Febriyanti

Tema: Berbagi Tips Menulis Resume

Nara sumber yang ke 19 ini sangat unik.  Beliau, yang memiliki hobi gila menulis, adalah salah satu peserta belajar menulis kuliah online Angkatan 1 OmJay.  Tidak hanya itu, beliau, guru Bahasa Indonesia, merupakan salah satu peserta terbaik di angkatannya.  Cerita-cerita lengkap beliau selama ini terekam jelas di blog-nya dan dapat dilihat di Amazing stories http://rosianafebriyanti.blogspot.com

Beliau, adalah guru sejati, yang tidak segan-segan membagikan ilmu mengajar dan pendekatan metode pengajaran yang bisa menjadi alternatif dalam mengajarkan Bahasa Indonesia.  Diantara metode yang beliau pakai adalah  meminta anak membaca dongeng lalu menceritakan kembali dengan menggunakan ‘gerakan’ dan kostum pada dongeng, mengonversi cerita rakyat ke naskah drama lalu diperankan, ataupun mengajar pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi pelajaran sejarah.  Bahkan untuk menambah semangat siswa, beliau tidak jarang meminta siswa membuat video melalui hp lalu di upload di youtube untuk di bagikan.  Tidak hanya sampai disitu, diwaktu senggang beliau bahkan memberi komentar positif pada blog siswa beliau, baik yang masih menjadi siswa maupun telah menjadi alumni. 

Om Jay meminta ibu Rosiana untuk berbagi tips menulis resume selama kuliah online berjalan.  Ternyata tips yang diberikan beliau sangatlah simple, yaitu:
   
·       Persiapan
o   Alat-alat tulis atau alat bantu lainnya hingga cemilan perlu disiapkan.
·       Fokus
o   Singkirkan faktor pengganggu.  HP nada diam, WA non aktif.
·       Template
o   Buat heading seperti judul, tema, nama nara sumber, tanggal, dll
·       Kerjakan secepatnya
o   Jangan Menunda Pekerjaan
·       Tambahkan foto narasumber
o   Tulisan akan terlihat lebih menarik dengan menambahkan foto ataupun gambar


Beliau juga mengingatkan untuk memperhatikan hal-hal dibawah ini pada saat menulis kembali:
a.       Gunakan kata yang mudah dipahami.
b.       Gunakan symbol atau singkatan agar mencatat dan belajar terasa lebih mudah
c.       Tulislah kata kunci
d.       Perhatikan kata sambung
e.       Ubahlah kalimat langsung menjadi tidak langsung begitu juga sebaliknya jika perlu
f.        Minta saran orang lain (jika perlu karena kehabisan perbendaharaan kata)


Tips untuk nara sumber yang menggunakan voice note
a.       Anda memerluan 2 HP
b.       Gunakan HP 1 untuk merekam wejangan nara sumber
c.       Download aplikasi writer Plus di HP 2
d.       HP 2 bertugas untuk mekam dari HP 1

Selamat menulis

Belajar Menulis Online Bersama Pebi Pebriadi


Belajar Menulis Kuliah Online Om Jay
Catatan 2 Maret 2020 (20)

Nara sumber: Bapak Pebi Pebriadi,S.Kom, MM, M.T

Tema: 
Menyusun buku bahan ajar informatika bersama tim.

“Membuat Buku Ajar sangat mudah, yang susah mood untuk menulisnya.” Pernyataan Pak Pebi diatas adalah kata sakti yang akan selalu diingat oleh saya sebagai seorang yang baru mau belajar menulis secara rutin.  Ya.. kita tidak boleh mudah menyerah!

Pak Pebi, 38 tahun, seorang guru SMA di jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di Tasikmalaya, mampu membuktikan bahwa dengan proses yang tidak ringan, beliau dan teman-teman dapat menghasilkan buku bahan ajar untuk berbagai jenjang dan tingkatan.  Pak Pebi, seorang master management dan master tehnogi, rela harus menyisihkan waktu untuk menulis tidak hanya harus membagi waktu istirahat dan kebersamaan dengan keluarga namun juga dengan kesibukan tugas mengajar di sekolah maupun tugas organisasi PGRI.
Untuk mewujudkan impian membuat buku, beliau menggunakan strategi dengan bekerja dengan tim.  Menurut beliau jika buku bahan ajar dibuat sendiri berarti penulis harus membuat materi satu tahun untuk satu silabus. Sedangkan kalau dibuat bersama-sama, biasanya tiap orang dalam tim, akan mendapat bagian beberapa bab tergantung jumlah tim yang ada. Tidak hanya itu, Ilustrasi gambar, bagan, peta konsep, tabel dll harus buat sendiri, bisa juga dibantu oleh orang yang ahli dalam bidang desain. 

Buku informatika jenjang SD, SMP, SMA dan SMK yang beliau susun bersama tim selama 6 bulan, adalah sebuah dukungan nyata dari para pengajar yang memiliki semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dengan keikhlasan ternyata beliau bersama tim dibawah bendera PGRI mendapat dukungan dari mentri komunikasi dan informatika, bapak Rudiantara.   Alhamdullilah, dengan adanya bantuan dari pak mentri maka kemudahan dan rezeki yang tidak disangka-sangka datang dengan sendirinya.  Sekarang beliau dan teman-teman selalu bersyukur dengan adanya tambahan royalty dari hasil penjualan buku.

Berikut tips urutan untuk penulisan bahan ajar ala Pak Pebi:
  • ·       Judul
  • ·       Peta Konsep
  • ·       Kompetensi Inti
  • ·       Kompetensi Dasar
  • ·       Tujuan
  • ·       Materi
  • ·       Rangkuman
  • ·       Uji Kompetensi Tulis (Minimal: Pilihan ganda 10 soal, Essay 5 soal)
  • ·       Uji Kompetensi Praktik
  • ·       Uji Kompetensi Semester
  • ·       Kunci Jawaban
  • ·       Daftar Pustaka

Sedangkan Tips untuk Buku LKS biasanya berisi teori jadi hanya berupa latihan soal,  tanpa ada soal praktik.  Untuk jenis soalpun biasanya pilihan ganda dan essay.

Semangat menulis!


Selasa, 25 Februari 2020

Belajar Menulis Online Bersama Dedi Dwitamagama


Belajar Menulis Kuliah Online Om Jay
Resume Belajar Menulis Bersama Om Jay - 26 Januari 2020 (2)
Nara sumber: Dedi Dwitamagama   

  
Tema: Membangkitkan Gairah Menulis Guru di Blog dan Media Sosial serta menjaga motivasi menulis dan mengelola blog dgn baik                          

Nara sumber yang kedua adalah Bapak Dedi Dwitamagama, seorang pendidik, trainer, motivator bidang Pendidikan sekaligus kaka dari  Bapak Agus Sampurno, pembicara pertama.  http://trainerkita.wordpress.com. 

Pak Dedi seorang guru matematika di SMKN 50 Jakarta, terinspirasi ngeblog dari adiknya Pak Agus.  Pak Dedi yang memiliki hobby foto mulai posting di tahun 2009 di blog kompasiana.  Hingga saat ini beliau memngelola 14 blog  dan hamper dikunjungi dua juta kali dengan posting 4000 lebih.  Wow… sebuah prestasi yang luar biasa…. Prestasi yang luar biasa ini, karena beliau selalu dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk menulis dengan menggunakan smartphone-nya dengan aplikasi wordpress.  Bahkan dengan pencapaiannya, beliau dapat keliling Indonesia maupun negara tetangga gratis!

Sayangnya…. Lagi-lagi tante tidak dapat duduk manis pada pukul 19:00 hingga 21:00 di hari Minggu 26 Januari… waktunya tante kencan dengan anak lanang.

Resume tante dari pengalaman nara sumber Dedi adalah pentingnya mengembangkan kreatifitas dan hobby (passion) hingga dapat membuat trobosan untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat tentang kemampuan ataupun ketrampilan yang kita miliki.  Blogging merupakan sebuah cara untuk menjual atau sebagai alat marketing yang bagus untuk personal branding. 

Beliau berpesan pembiasaan adalah sebuah proses yang harus dilatih jika kita ingin membuat blog ataupun vlog. semakin sering kita posting, semakin mahir kita menulis, dan semakin banyak pengunjung blog kita.


Beliau juga mengingatkan untuk ber-etika di dunia maya.  Jadi sesama blogger jangan pelit memberi pujian kepada blog tetangga saat mengunjungi.  Ada peraturan yang tidak tertulis, bahwa kita harus komentari balik orang yang berkomentar di blog kita.  

Wow.. dasyat sebuah komentar positif atau pujian... Pujian akan membuat kita jadi lebih termotivasi untuk menjadi lebih baik...


#OmJay
#Dedidwitagama

Belajar Menulis Online Bersama Agus Sampurno


Setelah blog ini 'mati' suri, karena kesibukan tante, maka tante mengikuti pelatihan Belajar Menulis Kuliah ONLINE Om Jay gelombang 2 yang diprakasai oleh  Om Jay, yang dimulai di akhir January 2020.  Tujuan tante mengikuti pelatihan ini adalah ingin memperbaiki komitmen tante untuk menulis, paling tidak satu minggu satu kali serta mengakrabkan diri dengan teknologi informasi yang terkini.

Pada pertermuan pertama Om Jay menjadi moderator.  Sedangkan yang menjadi nara sumber adalah Bapak Agus Sampurno.  Peraturan dari Om Jay adalah setelah mendapat kuliah online, peserta diminta membuat resume.  Nah, tante termasuk yang belum siap... maka tante hanya menjadi pengamat pasif group WA dan belajar dari percakapan nara sumber dan peserta. 


Belajar Menulis Kuliah Online Om Jay
Resume Belajar Menulis Bersama Om Jay - 24 Januari 2020 (1)
Nara sumber: Agus Sampurno         


Tema: Menemukan Ide dalam Menulis dan Komitmen Menulis di Blog yg melahirkan personal branding.                                         

Belajar Menulis sudah beberapa kali saya ikuti berbagai workshop… tapi untuk belajar menulis online adalah sesuatu yang baru dan pertama kali buat saya.  Media online yang dipakai adalah WhatApp, yang saya tahu karena hanya bisa 256 peserta. Saya memberanikan diri untuk mengikuti kegiatan menulis Om Jay, sapaan yang hangat untuk Bapak Wijaya Kusumah, SPd., MPd., seseorang master dibidang teknologi pendidikan (Wah... ternyata satu alumni dengan tante..) dan yang aktif tidak hanya di organisasi PGRI namun juga punya banyak prestasi di bidang menulis. Om Jay memiliki motto hidup yaitu kejujuran adalah kunci keberhasilan dan kesuksesan.  Om Jay juga memiliki keinginan agar banyak guru di Indonesia  bisa menulis.... (ternyata tante juga punya keinginan yang sama!)  

Nara sumber yang pertama adalah Bapak Agus Sampurno, blog http://gurukreatif.wordpress.com.  Pak Agus mengawali diskusi dan menyatakan bahwa blogging  merupakan aspek reflektif bagi seorang pendidik.  Masak iya ya??

Sayangnya…. Saya lupa untuk duduk manis pada pukul 19:00 hingga 21:00 di hari Jumat 24 Januari dan berpartisipasi di group WA… Maaf tante harus melakukan tugas utama yaitu menjadi ibu. jadi Jumat adalah waktunya menjadi seorang bunda yang siap kencan sama anak lanang...

Tidak patah semangat, resume tante bisa serahkan, setelah membaca percakapan WA antara nara sumber dan peserta.  Kesimpulannya, tante terinspirasi oleh proses yang dijalani Pak Agus yang notabene-nya seorang guru hingga mencapai posisi saat ini, seorang pengusaha alias entrepreneur menurut ukuran tante.  

Tidak dapat dipungkiri bahwa seorang guru  jarang sekali melakukan refleksi setelah proses kegiatan belajar mengajarnya (KBM).  Nah beliau adalah salah satu outlier, yang dimana beliau, adalah seroang guru sejati yang tidak hanyak melakukan refleksi di setiap kegiatan belajar dan mengajarnya, namun juga memastikan dan terus mengasah ketrampilan untuk berpikir kritis dan berinovasi.  Beliau adalah guru yang sebenarnya, Guru yang memiliki keinginan untuk terus belajar.  

#OmJay
#AgusSampurno

Apakah aku stress?

  Ibu          : “Nak, kamu makan malam dulu sudah jam 10!” Anak      : “Sebentar bu, aku lagi siapkan tugas yang aku harus presentasika...